Menu

Mode Gelap
Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk Di Sela Sidang Terbuka UNPAR, Rektor UKMC Jajaki Kerja Sama International Conference dengan Politeknik Praktisi Bandung AstraVera Edu Fair SMAN 11 Bandung Bersinar untuk Mengubah Terang untuk Menginspirasi Pos Bindu “Mawar Bodas” Perumnas Cijerah 1 RW 05 Milad Ke-19 Wujudkan Lansia Bahagia STEBI BINA ESSA Gandeng Proskill Entrepreneur Academy, Bekali Mahasiswa Keterampilan Public Speaking DPP XTC Indonesia Gelar Rapat Kerja Awal Tahun, Perkuat Evaluasi dan Strategi Organisasi

Artikel

Penyelewengan Dana PIP: Meninjau Kepemimpinan Amanah sebagai Solusi Sistemik

badge-check


Penyelewengan Dana PIP: Meninjau Kepemimpinan Amanah sebagai Solusi Sistemik Perbesar

Oleh : Ahmad Sukandar (Ka. Prodi S2 PAI SPs. UNINUS)

SAMBAS MEDIA – Penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjadi salah satu isu yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Kasus-kasus seperti di SDN 03 Pingku Bogor, SMP Islam Kabandungan Sukabumi, dan SMA Negeri 1 Botumoito Boalemo menunjukkan bagaimana kepala sekolah sebagai pemimpin institusi pendidikan, gagal menjalankan amanah.

Fenomena ini mengundang perhatian serius, sebab pendidikan seharusnya menjadi wahana untuk membangun generasi berkarakter dan berintegritas.

Namun, mengapa kasus-kasus seperti ini terus terjadi? Apakah hanya masalah integritas individu, atau ada persoalan sistemik yang melingkupi? Artikel ini tidak hanya mengupas kasus-kasus tersebut, tetapi juga menawarkan analisis filosofis-teoritis dan solusi praktis demi kemaslahatan bersama, terutama dalam menanamkan nilai kepemimpinan yang amanah.

Filosofi Kepemimpinan Amanah

Konsep amanah dalam kepemimpinan berakar kuat dalam tradisi filsafat Islam dan etika universal. Dalam perspektif Islam, amanah adalah tanggung jawab ilahi yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan kejujuran. Al-Qur’an menyebutkan, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58). Filosofi ini menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah hak istimewa, melainkan kewajiban yang harus dijalankan demi kebaikan masyarakat.

Dari sudut pandang teori kepemimpinan, Greenleaf (1977) memperkenalkan konsep servant leadership yang sejajar dengan nilai amanah. Seorang pemimpin, menurut Greenleaf, harus melayani orang-orang yang dipimpinnya, memastikan kesejahteraan mereka, dan menjadikan kebutuhan mereka sebagai prioritas utama.

Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, tetapi fokus pada kebermanfaatan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk

16 Januari 2026 - 15:20 WIB

Ketum LSM Inakor Dukung Anggaran 92 M di DPRD Kota Cimahi

12 Januari 2026 - 13:20 WIB

Cokroaminoto Kini

3 Januari 2026 - 13:37 WIB

Refleksi Akhir Tahun 2025, Cermin Perbaikan Sistem Bernegara

27 Desember 2025 - 13:27 WIB

10 Peneliti Terbaik di Indonesia pada Bidang Business & Management Versi AD Scientific Index 2025, Direktur Politeknik Praktisi Peringkat ke -7

6 Desember 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel