Banyak event olahraga urban hari ini berkembang melalui logika konsumsi simbolik: apparel olahraga, gaya hidup sehat, komunitas eksklusif, hingga kebutuhan eksistensi digital.
Sementara itu, loyalitas terhadap Persib lahir bukan dari konsumsi tren, melainkan dari keterikatan sejarah dan emosi kolektif masyarakat Bandung.
Teori cultural embeddedness dari Mark Granovetter (1985) menjelaskan bahwa suatu aktivitas sosial akan memperoleh legitimasi publik apabila tertanam kuat dalam relasi budaya masyarakatnya.
Persib memiliki tingkat embeddedness yang tinggi di Bandung karena keberadaannya telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat selama hampir satu abad.
Sementara event lari belum mencapai posisi tersebut. Ia masih berada pada level fenomena lifestyle urban yang berkembang secara tren, bukan sebagai identitas sosial utama masyarakat kota.

























