Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81 Tingkat Kota Cimahi

Artikel

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

badge-check

Direktur Politeknik Praktisi Bandung,Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M Perbesar

Direktur Politeknik Praktisi Bandung, Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

Popularitas olahraga lari meningkat terutama dalam 3–4 tahun terakhir seiring berkembangnya budaya wellness, media sosial, dan gaya hidup kelas menengah urban.

Fenomena ini dapat dibaca melalui teori identity consumption dari Arnould dan Thompson (2021) yang menjelaskan bahwa masyarakat urban modern cenderung membangun identitas sosial melalui konsumsi simbolik atas aktivitas tertentu. Dalam konteks ini, event lari tidak lagi sekadar olahraga, melainkan menjadi bagian dari citra gaya hidup urban modern: tentang visual media sosial, eksistensi komunitas, personal branding, hingga simbol status sosial kelas menengah perkotaan.

Karena itu, kultur lari urban berkembang sangat cepat melalui media sosial dan tren digital, tetapi belum tentu memiliki keterhubungan historis dengan identitas lokal masyarakat Bandung.

Hal ini berbeda secara fundamental dengan Persib yang memiliki legitimasi historis dan akar kultural yang jauh lebih mendalam.

Dalam perspektif Jean Baudrillard (1998), fenomena tersebut juga dapat dipahami sebagai bagian dari consumer society, yaitu masyarakat yang mengonsumsi simbol dan citra sosial sebagai bagian dari pembentukan identitas diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi

17 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel