Menu

Mode Gelap
Tour Library Funtastic, Dorong Budaya Literasi yang Lebih Interaktif FKSS Jabar Minta Kejelasan terkait Penambahan Kuota di Sekolah Negeri 80 Ribu Beasiswa bagi Siswa yang Tidak Tertampung di Sekolah Negeri Wisuda dan Pelepasan Siswa Kelas IX angkatan ke-46, Melangkah Bersama Meraih Mimpi Dari Hafalan Al-Qur’an Menuju Kepemimpinan Dunia, STP Khoiru Ummah Gelar Penghargaan Prestasi Tahfizh dan Akademi FKSS SMA Jawa Barat Dukung MoU Sekolah Swasta Tetapi Harus Ada Kepastian

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

badge-check

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah) Perbesar

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah)

Refleksinya bagi administrasi publik modern adalah pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam birokrasi nasional. Modernisasi tidak boleh memutus kesinambungan dengan kearifan tradisional, melainkan justru memperkaya praktik tata kelola publik.

Meski kerajaan memiliki nilai historis dan kultural, tantangan muncul ketika harus disinergikan dengan tata kelola modern yang menuntut keseragaman administrasi. Negara hadir dengan regulasi, sementara kerajaan hidup dalam tradisi dan adat.

Namun, pengalaman Tidore menunjukkan bahwa transformasi ini bisa berjalan beriringan. Sultan menjadi simbol adat, sekaligus duta budaya dan mitra dalam pembangunan daerah. Dengan demikian, konsep administrasi publik inklusif yang memberi ruang bagi adat dan tradisi kerajaan menjadi sangat penting.

Refleksi dari Perjalanan ke Maluku Utara

Perjalanan saya ke Ternate dan Tidore memberikan setidaknya tiga refleksi penting:

1. Sejarah sebagai Fondasi. Perjuangan membangun Indonesia tidak berdiri di ruang hampa. Ia ditopang oleh warisan kerajaan yang sudah berabad-abad mengelola masyarakat dan berinteraksi dengan dunia internasional. Administrasi publik modern sebaiknya tidak melupakan akar sejarah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel