Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81 Tingkat Kota Cimahi

Artikel

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

badge-check

Direktur Politeknik Praktisi Bandung,Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M Perbesar

Direktur Politeknik Praktisi Bandung, Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

Fenomena ini juga diperkuat oleh teori urban identity resilience dari Manuel Castells (2020) yang menjelaskan bahwa masyarakat kota cenderung mempertahankan simbol budaya lokal ketika berhadapan dengan penetrasi budaya global yang dianggap terlalu artifisial atau tidak merepresentasikan identitas asli kota.

Dalam konteks Bandung, Persib merupakan simbol budaya lokal yang tumbuh secara organik dari masyarakatnya sendiri. Sedangkan event lari urban lebih banyak dipandang sebagai kultur gaya hidup metropolitan yang datang mengikuti arus tren global.

Teori place attachment dalam kajian urban kontemporer (Lewicka, 2021) juga menjelaskan bahwa masyarakat akan memiliki toleransi sosial lebih tinggi terhadap aktivitas yang dianggap merepresentasikan identitas tempat dan keterikatan emosional terhadap ruang hidup mereka.

Karena itu, ketika bobotoh turun ke jalan merayakan Persib, masyarakat Bandung tidak semata-mata melihat kemacetan. Mereka melihat ekspresi rasa memiliki terhadap kota dan identitas kolektif mereka sendiri.

Sebaliknya, event lari urban belum memiliki kedalaman emosional yang sama dalam memori sosial masyarakat Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi

17 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel