Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81 Tingkat Kota Cimahi

Artikel

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

badge-check

Direktur Politeknik Praktisi Bandung,Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M Perbesar

Direktur Politeknik Praktisi Bandung, Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

Selain itu, argumentasi bahwa event lari mampu meningkatkan ekonomi kota juga perlu dibaca secara lebih kritis dan akademik. Hingga saat ini belum terdapat penelitian komprehensif yang menunjukkan bahwa event lari memberikan kontribusi signifikan dan berkelanjutan terhadap ekonomi Kota Bandung secara struktural.

Sebagian besar dampak ekonomi event lari masih bersifat jangka pendek dan temporer, seperti peningkatan okupansi hotel atau konsumsi kuliner selama acara berlangsung. Namun biaya sosial seperti kemacetan, disrupsi aktivitas warga, hingga penggunaan ruang publik belum banyak dihitung secara serius.

Di sisi lain, perlu ditegaskan bahwa persoalan utama sebenarnya bukan terletak pada warga Bandung ataupun para pelari. Konflik sosial ini lebih banyak muncul akibat lemahnya tata kelola event dan kurang sensitifnya penyelenggara terhadap karakter budaya Kota Bandung.

Bandung adalah kota dengan identitas sosial yang sangat kuat terhadap Persib. Karena itu, setiap event publik seharusnya mempertimbangkan aspek historis, kultur masyarakat, pola mobilitas warga, hingga sensitivitas ruang sosial kota. Ketika manajemen event tidak mampu mengelola ruang publik secara baik, maka masyarakatlah yang akhirnya saling dibenturkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi

17 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel